10 Cerita Motivasi Penuh Inspirasi dan Makna yang Dalam

Ideparokie.com - Sobat yang berbahagia, kembali kimi berbagi Cerita Motivasi yang tentunya dibalik masing masing cerita ini akan mengandung banyak himah dan pesan moral yang akan kita dapatkan seperti motivasi kerja yang pantang menyerah, motivasi untuk meraih kesuksesan, dan jiga motivasi berupa pembelajaran dalam hidup.

Cerita Motivasi ini memang berupa Certa Motivasi Fabel tetapi dibalik ceritanya bisa dijadikan dasar dasar hidup yang berarti, dan untuk menikmatinya silahkan saja simak 10 Cerita Motivasi Penuh Inspirasi dan Makna yang Dalam berikut ini :
10 Cerita Motivasi Penuh Inspirasi dan Makna yang Dalam
10 Cerita Motivasi Penuh Inspirasi dan Makna yang Dalam

Cerita Motivasi yang Pertama : Katak yang Gigih

Pada suatu waktu ada dua ekor katak tercebur ke sebuah sumur dangkal, tak lama kemudian teman teman katak mereka datang dan mulai merubung sambil  berteriakan : “ lakukan ini” dan “lakukan itu”

Setelah beberapa lama, katak-katak diluar sumur menyadari bahwa tidak ada harapan. mereka menyarankan agar kedua katak tersebut menyerah dan menunggu saja saat saat kematiannya. Seekor katak menerima nasibnya dan tidak berbuat apa apa. Katak yang satu terus melompat lompat. katak katak di luar sumur kembali berteriak teriak dan memberi kan tanda pada katak yang kedua agar menyerah

Beberapa lama kemudian , katak kedua melompat dengan tinggi dan akhirnya berhasil keluar dari sumur. Kegembiraan menyeruak. Katak katak lainya bertanya pada katak kedua itu. Mengapa ia terus saja melompat padahal mereka berseru seru agar ia menyerah.  katak kedua itu dengan bangga menjawab,” aku tidak bisa mendengar kalian, tapi kulihat kalian sepertinya memberiku semangat.

Dalam hidup terkadang kita perlu menutup telinga kita dari omongan omongan orang yang ada di sekeliling kita, yang kita perlu lakukan hanyalah focus mengerjakan apa yang kita nyakini akan sukses dan kemudian bungkam mulut mereka dengan bukti kesuksesan yang akan kita raih,..

Cerita Motivasi yang Kedua : Lari Lebuh Cepat

Setiap pagi di afrika, seekor rusa bangun dan tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari singa yang tercepat atau ia akan mati dimakannya,..

Setiap pagi di afrika , seekor singa bangun dan tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari rusa yang paling lambat atau ia akan mati kelaparan

Jadi saat matahari terbit entah anda seekor singa atau rusa lebih baik anda bangun dan berlarilah dengan bekerja  sebaik mungkin .atau anda akan menderita  oleh kebutuhan dan  keinginan anda yang larinya jauh lebih cepat dari kemampuan anda!!

Cerita Motivasi yang Ketiga : Gajah yang Terbiasa

Seekor gajah dapat mengangkat benda yang bobotnya lebih dari satu ton hanya dengan belalainya, tapi anehnya seekor gajah juga dapat dikondisikan untuk diam disuatu tempat , diikat dengan tali pada sebuah pasak yang diikatkan pada kaki depan gajah padahal hanya dengan  seutas tali kecil.tak ada rantai tak ada kandang. sudah tentu gajah itu dapat melepaskan dirinya dari ikatan itu kapan saja, tetapi kenyataannya mengapa gajah itu tidak mampu???

Hal ini disebabkan, karena  ketika gajah itu masih bayi dan berukuran jauh lebih kecil, gajah itu diikat pada sebuah pohon besar dengan ikatan rantai yang kuat. Bayi gajah itu masih lemah sementara rantai dan pohonnya kokoh. Bayi gajah itu tidak biasa diikat maka ia terus menghentak dan menarik-narik rantai tetapi itu semua sia sia saja.

Suatu hari ia menyadari bahwa semua tarikannya dan hentakannya itu tidak ada gunanya, ia pun menyerah. Dan berpikir bahwa ia tidak akan pernah dapat membebaskan diri dari belenggu ikatannya. Bayi gajah itu berhenti berusaha dan diam

Setelah bayi gajah itu tumbuh menjadi gajah dewasa yang besar. Ia diikatkan pada pasak kecil dengan mengunakan tali yang rapuh . sebenarnya gajah itu dapat membebaskan dirinya hanya dengan satu hentakan tetapi gajah itu diam saja karena ia telah DIKONDISIKAN untuk menyakini bahwa ia tidak dapat lepas dari ikatan.

Cerita Motivasi yang Keempat : Kucing dan Harimau

Dahulu kala, kucing bersahabat dengan harimau.  Mereka selalu bersama-sama di hutan . Harimau tidak pandai berburu, maka kucing yang mencari hewan buruan untuk mereka berdua.  Karena tubuh kucing kecil, maka ia hanya dapat menangkap hewan-hewan kecil untuk mereka makan.

Harimau sering merasa lapar karena makanannya hanya sedikit. Ia sering melihat kucing berburu dan berpikir, kalau ia berburu, tentu ia akan mendapat mangsa yang lebih besar dan ia dapat makan sampai puas.

“Kucing,” kata harimau. “Aku ingin berburu, tapi aku tidak tahu caranya. Ajari dong,”
“Gampang, kok,” kata kucing. Lalu ia mulai mengajarkan cara mengejar hewan buruan. Esoknya, kucing menunjukkan bagaimana menerkam dan menangkap buruannya.
Harimau belajar dengan cepat.  Ia sudah dapat menangkap hewan buruan besar. Tapi harimau tidak puas. “Kucing sangat pintar,” katanya dalam hati. “Pasti ada ilmu lain yang dimilikinya. Ia harus mengajarkannya kepadaku.”

“Hai, kucing,” kata harimau. “Kau sudah mengajarkan aku berburu. Ajari aku kepandaian lain, dong.”
“Kepandaian apa lagi?” jawab kucing. “Semua sudah kuajarkan kepadamu”
Harimau masih penasaran. Ia berpikir terus, bagaimana caranya agar kucing menunjukkan kemampuan yang belum diajarkannya. “Mungkin kalau aku mengejutkannya,” kata harimau dalam hati, “kucing akan menggunakan ilmu itu.”

Pada suatu hari, kucing sedang tidur. Harimau mengendap-endap dan menerkam kucing! Kucing terkejut tapi ia dapat menghindar dan memanjat sebatang pohon yang tinggi.
Pada saat itu kucing baru teringat bahwa ia belum mengajarkan cara memanjat pohon kepada harimau. Sementara harimau yang merasa dikhianati, marah besar.
“Kucing!” teriak harimau dari bawah pohon. “Aku tahu kau bukan teman yang baik. Akan kubalas kau!”

Harimau menunggu kucing turun dari pohon, tapi kucing tetap bertahan . Akhirnya harimau merasa lelah dan lapar, ia pun pergi sambil mengancam,” Kau tidak bisa lari dariku. Ke manapun kau pergi, aku akan mencarimu.”

Setelah harimau pergi, kucing turun dari pohon dan lari ke perkampungan manusia.  Kepandaiannya menangkap tikus membuat  manusia suka padanya dan sering membarinya makanan. Kucing pun tinggal di perkampungan. Namun, walaupun kucing tahu harimau tidak dapat mengejarnya ke perkampungan, ia selalu berhati-hati. Setiap membuang kotoran selalu ditimbunnya dengan tanah agar tidak dapat ditemukan oleh harimau.

Cerita Motivasi yang Kelima : Jangkrik Kecil

Seekor anak jangkrik baru pertama kali keluar dari liangnya. Dia sangat terkagum-kagum dengan dunia luar. Ada bintang, bulan, angin yang bertiup. Tiba-tiba dia mendengar suara nyanyian yang menurutnya sangaaat merdu. Dia mencari sumber nyanyian itu.

Didapatinya binatang mirip dirinya sedang menyanyi… krik…! krik…!! Lalu didekatinya binatang yang mirip dirinya itu. Lalu dia berkata, ” wahai, binatang yang sedang bernyanyi, binatang apakah engkau bisa bernyanyi semerdu itu?”

“Aku jangkrik juga seperti dirimu, jangkrik kecil…!” jawab jangkrik dewasa.

” Ooo begitu, apakah kalau kita sama, apakah aku bisa bernyanyi semerdu yang enagkau lakukan?” kata jangkrik muda.

” Tentu saja…!” kata jangkrik dewasa ” Sebagai jangkrik, enagkau PASTI bisa bernyanyi. Engkau hanya perlu tahu caranya dan latihan yang rajin untuk dapat bernyanyi seperti ini, bahkan mungkin bisa lebih merdu dari yang aku lakukan.”

Lalu jangkrik dewasa mengajarkan cara bernyanyi. Jangkrik muda mengamati betul-betul cara yang dijarkan jangkrik dewasa. Jangkrik muda mulai mempraktekkan yang diajarkan jangkrik dewasa. Tetapi… yang terdengar nyanyian yang tidak merdu sama sekali… Krekk…!! Krekk..!!!

“Engkau hanya perlu latihan terus menerus untuk dapat bernyanyi lebih merdu,” kata jangrik dewasa.

Maka dengan penuh suka cita pulanglah jangkrik muda ini ke liangnya. Di sarangnya dia berlatih terus sepanjang malam… Sampai pagi hampir menjelang, matanya sudah mulai mengantuk. Dia coba bernyanyi, tetapi yang terdengar hanya sedikittt sekali kemajuan…,” krek…!!! Kreik…!!! Kreik…!!

Malam harinya dia coba lagi berlatih bernyanyi, tetapi yang terdengar masih, ” Krek…!! Kreik…!!! Kreik…!!! masih jauh sekali dari suara merdu.

Jangkrik muda hampir putus asa. Mungkin saya memang tidak berbakat untuk bernyanyi, katanya dalam hati. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui jangkrik dewasa.

Dengan lemah lesu berceritalah jangkrik muda ini tentang permasalahannya. Tetapi, jangkrik dewasa malah tertawa terbahak-bahak. Jangkrik muda heran.

“Mengapa engkau malah tertawa wahai jangkrik dewasa,” kata jangkrik muda.

“Wahai jangkrik muda, aku bisa bernayanyi semerdu ini memerlukan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun berlatih. Engkau baru berlatih satu malam saja sudah menyerah… bahkan menganggap dirimu tidak berbakat belum ada kemajuan. Bangkitlah jangkrik muda, berlatihlah terus… saya yakin engkau akan bisa bernyanyi lebih merdu dari diriku.” kata jangjrik dewasa.

Maka terbukalah pikiran si jangkrik muda. Akhirnya dia pulang ke sarangnya dengan penuh suka cita…. Dan berniat akan ulet berlatih SAMPAI BISA . Karena dia memang PASTI BISA...

Cerita Motivasi yang Keenam : 4 Ekor Binatang

Dalam sebuah kapal ada 4 ekor hewan yang menemani seorang nahkoda. Hewan itu ialah ayam, gajah, harimau dan tikus. Suatu hari keempat hewan itu berkumpul dan menceritakan kehebatan masing-masing.

Kata Ayam : "Aku selalu memberi telur kepada nahkoda kita. Berkat aku, dia dapat makan enak dan bergizi."

Gajahpun tak mau kalah "Aku kuat, aku selalu membantu nahkoda kita untuk mengangkat barang-barang berat."

Harimau menimbrung "Kalau aku terkenal sakti dan selalu dapat memenangkan setiap pertempuran, aku selalu melindungi nahkoda kita dari serangan bajak laut dan orang-orang jahat".

Hanya tikus yang terdiam. Ketiga hewan lainnya memandang dia katanya : "Tikus apa fungsimu di sini, hanya engkau yang tak mempunyai fungsi di sini.hahahaha". Mereka mengejek tikus itu.

Suatu hari kapal itu terantuk pada tonjolan karang dan bocor. Keempat hewan itu dan nahkodanya panik. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan karena lokasi kebocoran berada di tempat tersembunyi sehingga tidk bisa ditemukan. Tikus berpikir sejenak kemudian berkata : "Teman-teman mungkin inilah saatnya aku dapat berguna bagi kalian." Lalu tikus itu mulai bergerak. Dengan tubuh mungil dan lonjong itu dia begitu mudah masuk ke sela-sela kayu untuk menemukan sumber kebocoran itu. Akhirnya kapal itu dapat diselamatkan.

Nahkoda itu berkata : "Untung ada kamu tikus, kalau tidak kita bisa celaka". Ketiga temannya pun tertunduk malu karena mereka telah mengejek tikus itu.

Cerita Motivasi yang  Ketujuh : Kisah Ibu dan Anak Burung Gagak 

Tahun ini, musim kemarau sangat panjang. Tumbuhan mulai mengering, sungai-sungai kehilangan aliran airnya, mata air kering dan air sumur menyusut. Beberapa binatang bahkan mati akibat suhu panas dan haus. Semua hewan dan tumbuhan selalu berdoa atas hujan yang hadir dan memberi kehidupan pada mereka.

Keadaan yang tidak menguntungkan ini membuat seorang ibu gagak mengajak anak-anaknya yang berjumlah 8 orang untuk migrasi ke daerah yang lebih sejuk dan memiliki persediaan air yang cukup. Setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya mereka berangkat ke daerah lain bersama-sama.

Rasa lelah dan haus menerpa keluarga gagak ini, akhirnya mereka beristirahat di sebuah rumah petani yang sudah ditinggalkan penghuninya. Mereka semua sangat kehausan. Hal ini menimbulkan pertengkaran akibat emosi, ditambah lagi terpaan matahari yang panas. Bahkan ibu gagak tidak bisa mendiamkan mereka.

Gagak paling kecil menghindari keributan saudara-saudaranya, dia bersedih karena pertengkaran itu. Akhirnya dia terbang mengitari rumah dan mencari siapa tahu ada persediaan air yang tersisa. Si gagak kecil akhirnya berhasil menemukan sebuah kendi di belakang rumah petani. Kendi itu berisi sedikit sekali air di dasarnya.

Si kecil memanggil ibu dan saudara-saudaranya. Rasanya percuma bila ada kendi berisi air yang sangat sedikit. Mereka tidak bisa mencapai dasar kendi, pada gagak perlu tempat berpijak saat minum, jika tidak, mereka bisa tercebur ke air dan mati. Tidak ada satupun yang berani masuk ke dalam kendi untuk minum.

Si gagak kecil tidak kehabisan akal, dia melihat tumpukan kerikil di luar rumah petani. Akhirnya dia terbang dan memasukkan kerikil itu ke dalam kendi. Saudara-saudaranya yang lain tidak tahu apa yang sedang dilakukan si gagak kecil dengan memasukkan kerikil ke dalam kendi. 

Akhirnya sang ibu gagak mengerti, anak bungsunya memasukkan kerikil agar air yang ada di dasar kendi naik ke permukaan, sehingga mereka semua bisa minum dengan berpijak pada bibir kendi. Sang ibu meminta agar semua anaknya membantu si bungsu memasukkan kerikil.

Dengan kesabaran dan kerjasama, akhirnya air di dasar kendi naik ke permukaan. Mereka semua bergantian meminum air itu tanpa khawatir tercebur ke dalam air. Semua gagak memuji ide sang gagak kecil. Dan akhirnya, setelah melegakan tenggorokan, keluarga gagak itu terbang dan sampai di daerah yang lebih subur dan banyak hujan.

Cerita Motivasi yang  Kedelapan : Elang dan Kalkun

Konon di satu saat yang telah lama berlalu, Elang dan Kalkun adalah burung yang menjadi teman yang baik. Dimanapun mereka berada, kedua teman selalu pergi bersama-sama. Tidak aneh bagi manusia untuk melihat Elang dan Kalkun terbang bersebelahan melintasi udara bebas. Satu hari ketika mereka terbang, Kalkun berbicara pada Elang, "Mari kita turun dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Perut saya sudah keroncongan nih!". Elang membalas, "Kedengarannya ide yang bagus".

Jadi kedua burung melayang turun ke bumi, melihat beberapa binatang lain sedang makan dan memutuskan bergabung dengan mereka. Mereka mendarat dekat dengan seekor Sapi. Sapi ini tengah sibuk makan jagung, namun sewaktu memperhatikan bahwa ada Elang dan Kalkun sedang berdiri dekat dengannya, Sapi berkata, "Selamat datang, silakan cicipi jagung manis ini". Ajakan ini membuat kedua burung ini terkejut. Mereka tidak biasa jika ada binatang lain berbagi soal makanan mereka dengan mudahnya. Elang bertanya,"Mengapa kamu bersedia membagikan jagung milikmu bagi kami?". Sapi menjawab, "Oh, kami punya banyak makanan disini. Tuan Petani memberikan bagi kami apapun yang kami inginkan".

Dengan undangan itu, Elang dan Kalkun menjadi terkejut dan menelan ludah. Sebelum selesai, Kalkun menanyakan lebih jauh tentang Tuan Petani. Sapi menjawab, "Yah, dia menumbuhkan sendiri semua makanan kami. Kami samasekali tidak perlu bekerja untuk makanan". Kalkun tambah bingung, "Maksud kamu, Tuan Petani itu memberikan padamu semua yang ingin kamu makan?". Sapi menjawab, "Tepat sekali!. Tidak hanya itu, dia juga memberikan pada kami tempat untuk tinggal." Elang dan Kalkun menjadi syok berat!. Mereka belum pernah mendengar hal seperti ini. Mereka selalu harus mencari makanan dan bekerja untuk mencari naungan.

Ketika datang waktunya untuk meninggalkan tempat itu, Kalkun dan Elang mulai berdiskusi lagi tentang situasi ini. Kalkun berkata pada Elang, "Mungkin kita harus tinggal di sini. Kita bisa mendapatkan semua makanan yang kita inginkan tanpa perlu bekerja. Dan gudang yang disana cocok dijadikan sarang seperti yang telah pernah bangun. Disamping itu saya telah lelah bila harus selalu bekerja untuk dapat hidup."Elang juga goyah dengan pengalaman ini, "Saya tidak tahu tentang semua ini. Kedengarannya terlalu baik untuk diterima. Saya menemukan semua ini sulit untuk dipercaya bahwa ada pihak yang mendapat sesuatu tanpa imbalan.

Disamping itu saya lebih suka terbang tinggi dan bebas mengarungi langit luas. Dan bekerja untuk menyediakan makanan dan tempat bernaung tidaklah terlalu buruk. Pada kenyataannya, saya menemukan hal itu sebagai tantangan menarik". Akhirnya, Kalkun memikirkan semuanya dan memutuskan untuk menetap dimana ada makanan gratis dan juga naungan. Namun Elang memutuskan bahwa ia amat mencintai kemerdekaannya dibanding menyerahkannya begitu saja. Ia menikmati tantangan rutin yang membuatnya hidup. Jadi setelah mengucapkan selamat berpisah untuk teman lamanya Si Kalkun, Elang menetapkan penerbangan untuk petualangan baru yang ia tidak ketahui bagaimana kedepannya.

Semuanya berjalan baik bagi Si Kalkun. Dia makan semua yang ia inginkan. Dia tidak pernah bekerja. Dia bertumbuh menjadi burung gemuk dan malas. Namun lalu suatu hari dia mendengar istri Tuan Petani menyebutkan bahwa Hari raya Thanksgiving akan datang beberapa hari lagi dan alangkah indahnya jika ada hidangan Kalkun panggang untuk makan malam. Mendengar hal itu, Si Kalkun memutuskan sudah waktunya untuk minggat dari pertanian itu dan bergabung kembali dengan teman baiknya, si Elang. Namun ketika dia berusaha untuk terbang, dia menemukan bahwa ia telah tumbuh terlalu gemuk dan malas. Bukannya dapat terbang, dia justru hanya bisa mengepak-ngepakkan sayapnya. 

Akhirnya di Hari Thanksgiving keluarga Tuan Petani duduk bersama menghadapi panggang daging Kalkun besar yang sedap.

Cerita Motivasi yang  Kesembilan : Semut dan Lalat

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

"Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar," katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai. 

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, "Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?" "Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita." 

Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, "Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?"

Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, "Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama." Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, "Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini."

Cerita Motivasi yang  Kesepuluh : Beruang dan Ikan Kecil

Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dgn sabar di tepi sungai deras, waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi iaberdiri disana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun,tak satu juga ikan yg berhasil ia tangkap. Setelah berkali-kali mencoba,akhirnya... Hup... Ia bisa menangkap seekor ikan kecil.

Ikan yang tertangkap menjerit-2 ketakutan, si ikan kecil itu meratap pada sang beruang, "Wahai beruang, tolong lepaskan Aku.""Mengapa?", tanya beruang.

"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu," rintih sang ikan." Lalu kenapa?" tanya beruang lagi."Begini saja,tolong kembalikan aku ke sungai, setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar, di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku utk memenuhi seleramu." kata ikan."Wahai ikan, kau tahu kenapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang. "Mengapa?" ikan balas bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya."Karena aku tidak pernah menyerah walau sekecil apapun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan !" jawab beruang sambil tersenyum mantap."Ops !" teriak sang ikan.

Demikian 10 Cerita Motivasi Penuh Inspirasi dan Makna yang Dalam kali ini dan semoga saja Cerita Motivasi ini bisa menginspirasi anda, selain itu anda juga bisa nikmati cerita motivasi kami yang lain berikut :