Proses Pembenihan dalam Budidaya dan Ternak Lobster dengan Hasil Menjanjikan

Ideparokie.com - Mengenal berbagai macam aneka hewan ternak dan juga berbagai macam hewan air adalah sebenarnya berangkat dari hobi, salah satunya adalah Budidaya dan Ternak Lobster. Dalam proses budidaya hewan air yang satu ini perlu berbagai teknik dan juga berbagai macam cara yang harus dilakukan apalagi dalam proses pembenihan. 

Proses Pembenihan dalam Budidaya dan Ternak Lobster

Melalui kesempatan ini kami akan berbagai asrtikel mengenai Proses Pembenihan dalam Budidaya dan Ternak Lobster yang bisa anda jadikan dasar dalam memajukan atau memulai budidaya ini, dan untuk lebih jelasnya silahkan saja baca aetikel kami mengenai Proses Pembenihan dalam Budidaya dan Ternak Lobster dengan Hasil Menjanjikan berikut ini :
Proses Pembenihan dalam Budidaya dan Ternak Lobster dengan Hasil Menjanjikan
Proses Pembenihan dalam Budidaya dan Ternak Lobster dengan Hasil Menjanjikan
Lobster merupakan salah satu spesies air yang telah banyak dibudayakan di Indonesia karena komoditi ini telah membawa banyak keuntungan meskipun masih perlu adanya peningkatan dalam hal teknologi didalamnya. Hewan air yang memiliki beberapa ciri, seperti permukaan tubuh yang sangat keras serta tertutup oleh banyak duri, memiliki ruas abdomen yang keras, dua pasang antena serta memiliki ekor yang melebar ini semakin banyak diminati banyak orang.

Perawatan Induk Lobster

Di dalam proses perawatan induk lobster, pertama kali yang harus dilakukan adalah pemilihan dan penyortiran induk itu sendiri karean kualitas dari induk jantan dan betina akan sangat berpengaruh pada hasil anakan yang dihasilkan kemudian. Induk yang dipilih adalah yang telah berusia 6-7 bulan serta memiliki panjang tubuh 12 cm sampai dengan 15 cm. Beberapa ciri induk dengan kualitas bagus adalah induk yang memiliki warna cerah, mempunyai nafsu makan yang tinggi dan gerakan yang sangat lincah. Di samping itu, anda juga harus memperhatikan jenis kelamin lobster tersebut karena ditakutkan anda memilih induk yang memiliki kelamin ganda. 

Dalam proses ini, anda juga harus memperhatikan kolam perawatan yang digunakan untuk memisahkan induk jantan dan induk betina dengan menjaga komposisi luas kolam atau akuarium yang digunakan sehingga sebanding dengan jumlah ikan didalamnya. Anda dapat menggunakan akuarium dengan ukuran 1 x 0,5 x 0,4 m dengan kedalaman air 10-20 cm untuk menampung 8 ekor induk. Pemisahan induk jantan dan betina memang sengaja dilakukan agar tidak terjadi perkawinan yang tidak diinginkan sehingga bibit yang dihasilkan menjadi buruk. Kemudian, dalam pemberian pakan, terdapat porsi yang harus dipatuhi yaitu 3% dari berat total calon induk.

Perkawinan Induk

Perkawinan induk dapat dilakukan ketika induk telah mencapai usia siap memijah yaitu 10-12 bulan dan memiliki panjang tubuh 15-17 cm. Dalam proses ini, anda akan membutuhkan kolam pemijahan yang berukuran 40 x 40 x 30 cm dengan ketinggian air 20 cm. Sedangkan untuk jumlah induk yang ditempatkan dalam satu kolam terdiri atas 5 ekor induk jantan dan 3 ekor betina. Pemijahan lobster biasanya terjadi pada malam hari dimana induk jantan akan mengeluarkan sperma dan menempelkannya pada kaki induk betina. Setelah itu induk betina akan menempati tempat persembunyiannya serta menghasilkan telur yang kira kira berjumlah 200.

Penetasan Lobster

Setelah telur dihasilkan, pindahkanlah telur telur tersebut ke dalam kolam penetasan dan pemeliharaan serta dari sinilah proses penetasan mulai dilakukan.kolam yang digunakan berukuran 1 x 1 x 1 m dan diisi air setinggi 0,5 m dan kolam ini akan dapat menampung 400 ekor benih. Dalam kolam tersebut juga harus disediakan lubang persembunyian yang terbuat dari pipa paralon serta kakaban agar memudahkan proses penetasan. Sang induk akan mengerami telurnya selama kurang lebih 1 bulan dan setelah telur menetas dalam jangka waktu 2-3 hari telur tersebut akan terlepas dari tubuh sang induk. Kemudian, induk akan dikembalikan ke dalam kolam perawatan.

Pemeliharaan

Pemeliharaan benih akan dilakukan dalam kolam yang terpisah dari induknya selama 10 hari. Kemudian, mereka akan dipindahkan lagi dalam kolam pembersaran selama 2 bulan. Dalam proses ini, benih harus dirawat sedemikian rupa agar jangan sampai terkena sinar matahari langsung karena tubuh yang masih sensitif. Disamping itu, menjaga kebersihan kolam dengan pengurasan secara teratur akan sangat membantu pertumbuhan benih.

Demikian Proses Pembenihan dalam Budidaya dan Ternak Lobster dengan Hasil Menjanjikan yang sempat kami bagikan buat anda dan semoga saja artikel kami ini bisa membantu anda dalam meningkatkan dan memulai usaha budidaya dan ternak lobster, silahkan baca juga :