Budidaya Ikan Lele dengan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat

Budidaya Ikan Lele dengan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat - Melalui kesempatan ini kembali admin Ideparokie.com akan berbagi artikel kepada anda semua tentang Budidaya Ikan Lele dengan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat.


Budidaya Ikan Lele

Sebelum melakuka budidaya ikan lele hal yang pertama sekali dipersiapkan adalah kolam tempat Ikan Lele nantinya dibudidayakan. Sebaik apapun cara kita Memilih Bibit Unggul dan Berkualitas jika kolam tidak kita persiapkan dengan baik maka hasil panennya juga akan sangat berpengaruh. Berikut ini kami sajikan cara mempersiapkan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat, namun sebelum itu alangkah baiknya kalau kita mengenal jenis jenis kolam terlebih dahulu.


Kolam Tanah

Kolam tanah merupakan kolam yang dibur dengan cara melakukan penggalian pada lahan tertentu, dan tanah hasil galian tersebut dibuat gundukan di sekelilingnya. Kelebihan kolam tanah adalah keadaan alami kolam dapat menyerap racun. hal ini dikarenakan kandungan alami tanah, namun yang perlu diperhatikan jika akan menggunakan kolam tanah adalah tidak boleh ada rembesan air masuk maupun keluar. Selain itu, untuk kolam lele dari tanah, dapat menyediakan pakan alami sendiri misalnya cacing dan sebangsanya.
Budidaya Ikan Lele dengan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat
Budidaya Ikan Lele dengan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat 1

Kelemahan dari kolam tanah ini adalah, kita akan sedikit kesulitan dalam mengontrol kondisi air. hal ini karena tekstur tanah yang akan sangat mudah kehilangan air. Kolam jenis ini juga memerlukan tanah yang cukup luas, dan resiko seperti tanahnya bisa longsor, gampang dimasuki hewan peliharaan seperti bebek dsb.

Kolam Terpal

Kolam terpal kolan yang dibuat dengan menggunakan terpal, dimana kolam tersebut ditopan oleh kayu atau bambu yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa menahan terpal yang diisi dengan air didalamnya.
Budidaya Ikan Lele dengan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat
Budidaya Ikan Lele dengan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat
Kelebihan dari penggunaan kolam terpal adalah  Biaya Pembuatan relatif lebih murah, mudah saat mengontrol air karena kolam jenis ini tidak akan rembes. Kolam jenis ini juga bisa di terapkan pada tanah yang terbatas. Kolam terpal juga dapat menghindarkan lele dari pemangsaan ikan liar ataupun terhindar dari ikan liar yang berpotensi untuk berkompetisi dengan lele dalam kolam untuk makanan.

Kolam terpal dapat dilengkapi dengan pengatur volume air yang bermanfaat untuk mempermudah penggantian air maupun proses panen. Ketinggian air juga dapat lebih mudah diatur sesuai dengan usia ikan. Kolam terpal lebih mudah dan murah untuk diduplikasi, sehingga dapat dikembangkan sebagai usaha mikro maupun makro. Lele relatif tidak berbau dibandingkan jika dikembangkan dengan metode kolam lainnya. Kolam terpal juga dapat dengan mudah dipindahkan tidak seperti kolam tanah atau kolam beton yang memerlukan lahan permanen.

Kelemahan kolam terpal adalah kolam terpal tidak dapat menetralisir racun. Racun ini biasanya disebabkan karena kelebihan pakan atau penanganan terpal yang kurang baik. selain itu juga bisa mengalami kebocoran sehingga akan beresiko pada kondisi air kolam. dan juga dapat mengalami kebocoran oleh tikus, mudah lapuk dan tidak bertahan lama, tapi bisa digunakan 4 sampai 6 kali panen.


Kolam tembok atau Kolam Semen

Kolam yang dibuat scara permanen dan dapat diisi dengan Ikan Lele berulang kali, Beberapa kelebihan penggunaan kolam tembok/semen adalah Umur Penggunaan pada kolam tembok relatif lebih lama yakni mampu bertahan hingga 5 – 10 tahun.
Budidaya Ikan Lele dengan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat
Budidaya Ikan Lele dengan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat
Kolam tembok/semen mampu meredam perubahan suhu sehingga suhu dalam media tetap stabil. Kolam tembok/semen menjadikan Pengaturan air yang lebih mudah.

Kekurangan kolam tembok/semen adalah  pembuatan kolam tembok membutuhkan biaya relatif lebih mahal. disamping itu kolam tembok/semen permanen sehingga tidak bisa dipindah-pindah. Selain itu kolam tembok/semen memerlukan perhatian ekstra pada saat mau digunakan pertama kali. Pada kolam yang baru dibuat perlu dilakukan perendaman terlebih dahulu dengan air yang dicampur serabut kelapa selama 2 mingguan, tujuannya agar zat-zat yang membahayakan dalam semen dapat ternetralkan.


Budidaya Ikan Lele dengan Persiapan Kolam Yang Benar dan Tepat

Setelah kolam yang akan digunakan untuk pembesaran selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah menyiapkan kolam tersebut agar benar-benar siap untuk ditebar benih.

Setelah panen selasai dilakikan maka tibalah kita pada persiapan pada persiapan kolam untuk penyebaran bibit selanjutnya, untuk hal ini perlu persiapan yang betul betul cermat, karena ini sangat menetukan untuk ikan lele selanjutnya.

Kuras air kolam dan kalau bisa keringkan kolam hingga betul betul kering. Untuk kolam yang dari tanah yang tidak bisa kering usahakan menetralisir kolam dari berbagai hewan air lainnya seperti kepiting dll. caranya gunakan racun yang bisa membunuhnya setelah itu baru di kuras airnya dan biarkan beberapa hari sehingga racun yang kita berikan tadi di netralisir oleh tanah.

Isi kolam dengan air bersih yang bebas dari limbah dan bahan kimia hingga ketinggian 50cm. Untuk menciptakan kondisi air yang ideal bagi tempat hidup lele, kita harus membuat pemupukan / Pengomposan terlebih dahulu, ini demi mencapai PH air yg sesuai dg kebutuhan lele. Caranya dengan menggunakan kotoran kambing yang diambil langsung dari kandang kambing. Dan masih berbentuk butiran. Dengan dosisi 1,5 kg / m2. Jadi untuk kolam seluas 10 m2 (5x2m), kotoran kambing atau domba yang dibutuhkan sebanyak 15 kg dan di bagi menjadi 2 karung. Selanjutnya letakkan karung-karung tadi di dalam kolam (tidak boleh disebar) selama 8 (delapan) hari. Posisi karung boleh ditengah, dipinggir kolam, Jangan beri pemberat, agar karung dapat mengambang dan bergerak ke segala penjuru kolam. Selain itu, dengan pengomposan membuat patil lele lebih kuat. Jika patilnya kuat, lele lebih tahan hidup.

Angkat karung tersebut dari dalam kolam pada hari ke-8. Sebelum diangkat total, naik turunkan (celupkan) karung tersebut di dalam kolam beberapa kali. Bisa juga dengan menginjak-injak karung tersebut sebelum diangkat. Tujuannnya agar kandungan atau  zat organik yang terdapat dalam kotoran kambing tersebut keluar dan menyebar ke dalam kolam. Setelah itu, angkat karung berisi kotoran dari dalam kolam. Sekarang, kolam siap digunakan dan benih sudah dapat dimasukkan atau disebar ke dalam kolam.

Masukkan air bersih, kalau air dari sawah atau sungai karena sudah mengandung bibit phytoplankton dan kadar Bahan Organik yang terlarut relatif lebih tinggi, maka akan lebih mudah dalam pembentukan warna airnya. Tetapi apabila sumber airnya adalah air dari sumber mata air atau sumur, maka perlu dipancing dengan adanya pemupukan menggunakan pupuk Kandang sebanyak 0,5 Kg/M3 (Istilahnya Teh Celup Lele).

Untuk yang menggunakan air sungai atau air sungai, harap siperhatikan apakah air kolam/sungai sudah tercemar polutan atau belum, jika sudah keruh atau berbau sebaiknya pakai air sumur sja. Bila diperlukan Tambahkan Probiotik secukupnya Pada kolam tanah kemungkinan akan lebih mudah dalam membuat warna air cepat menjadi Hijau, sedangkan pada kolam plastik atau beton agak lebih sulit.

Hal yang perlu diperhatikan adalah, pada kolam tanah mudah sekali menjebak kotoran atau Bahan Organik, maka akan mudah didapat kondisi lingkungan yang cepat subur diumur masa budidaya diatas 60 hari, sehingga sering terjadi gejolak penyakit yang disebabkan oleh penurunan daya dukung lingkungan kolam karena kotoran yang berlebih. Sehingga diperlukan PERAWATAN AIR.

Pada kolam Plastik atau Beton, pada awalnya memang sulit untuk membetuk warna air, tetapi seiring dengan waktu berjalan dan bertambahnya pengalaman kita dalam mengolah air maka justru pada jenis kolam ini mudah sekali mengontrol tingkat kesuburan dalam kolam.

Kolam yang sehat dan memenuhi keriteria akan menghasilkan Ikan Lele sesuai haran kita, dan untuk itu jangan disepelehkan masalah ini karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perilku Ikan Lele.

Demikian yang sempat saya sampaika dan semoga apa yang kami bagikan ini dapat bermanfaat. dan setelah beternak lele anda berhasil anda jiga bisa mencoba jenis budidaya yang kami bagikan berikut ini :