Cara Budidaya dan Ternak Lele di Kolam Beton dengan 7 Langkah Terbaik

Ideparokie.com - Kembali kami bagikan cara ternak lele di kolam beton, Setiap kolam pasti memiliki karakteristik yang berbeda, dan untuk mengetahui karakteristik setiap kolam silahkan lihat Cara Budidaya dan Ternak Lele di Kolam Beton dengan 7 Langkah Terbaik
Untuk menggunakan kolan beton tentu beda cara pemeliharaan dan pembudidayaannya dengan kolam tanah dan juga kolam terpal, kolam beton yang biasa juga disebut kolam permanen ini isa digunakan berkali-kali, dan inilah salah satu keuntungannya. dan untuk mengetahui Budidaya dan Cara Ternak Lele di Kolam Beton kita simak saja penjelasan berikut :
Cara Budidaya dan Ternak Lele di Kolam Beton dengan 7 Langkah Terbaik
Cara Budidaya dan Ternak Lele di Kolam Beton dengan 7 Langkah Terbaik

Pemilihan baik dan benar

Langkah yang paling penting dalam memulai Budidaya dan Cara Ternak Lele di Kolam Beton adalah pemilihan bibit yang benar, ketika kita sudah memiliki kolam yang bagus dengan persiapan yang matang maka, jika menggunakan bibit ikan lele yang jelek maka akan sangat menyusahkan kita nantinya, biaya pemeliharaan bisa berlipat ganda karena adanya pemberian obat-obatan dan pitamin. 

Cara ternak lele di kolam beton

Untuk Budidaya dan Cara Ternak Lele di Kolam Beton ada beberapa langkah yang harus diperhatikan sebagai berikut :

Langkah pertama 

Gunakan perbandingan yang tepat saat membuat kolam. pembuatannya biasanya menggunakan kriteria untuk 100 ekor ikan lele maka dibutuhkan setidaknya kolam seluas 1 meter persegi.

Langkah kedua

Masukkan air yang ideal untuk berternak ikan lele. Biarkan kolam tersinari matahari. Biarkan air itu agar bisa ternetlalisir supaya terbebas dari berbagai macam zat kimia.

Langkah ketiga

Setelah satu minggu, benih ikan lele siap ditebar atau diletakkan dalam kolam. Sebelum benih ditebarkan, sebaiknya terlebih dahulu lakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu, caranya masukkan benih dengan wadahnya ke dalam kolam dan biarkan selama 15 menit untuk penyesuaian suhu kolam sebagai lingkungan barunya. Metode ini bermanfaat mencegah stress pada benih atau ikan lele tersebut. Air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal,

Langkah keempat

Pakan ikan lele merupakan komponen biaya terbesar dalam berternak ikan lele. Ada banyak merk dan ragam pakan ikan di pasaran. Nah, kalian tinggal pilih pakan dengan merk yang mana? yang jelas yang berkualitas bagus, pakan ikan yang baik adalah pakan yang menawarkan FCR (food convertion ratio). FCR itu adalah rasio jumlah pakan berbanding dengan pertumbuhan daging pada ikan lele.

Langkah kelima

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung komponen bahan hewani. Pakan harus diberikan sesuai kebutuhan. Secara umum, setiap harinya ikan lele memerlukan 3-6% pakan dari bobot tubuhnya. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan sebaiknya dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuhnya. Sementara itu, untuk jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan. Frekuensinya bisa mencapai 4 sampai 5 kali dalam sehari. Pemberian pakan ikan yang masih kecil harus lebih sering diberikan karena pada masa tersebut adalah masa-masa pertumbuhan ikan menjadi dewasa.

Langkah keenam

Hal yang terpenting dalam budidaya ikan lele adalah pengelolaan air kolam. Apabila sudah muncul bau busuk pada air kolam. Sebaiknya, buanglah sepertiga air bagian bawah, kemudian isi lagi dengan air baru.

Langkah ketujuh

Ikan lele dapat dipanen setelah mencapai ukuran tubuh yang ideal. Sehingga, untuk per-kg dapat berisi 8 - 9 ekor. Beternak ikan lele ini memang gampang gampang susah, dimana jika kita rajim memperhatikan perkembangan dan keadaan Budidaya dan Cara Ternak Lele di Kolam Beton maka pertumbuhan ikan ini juga akan sangat menguntungkan dan juga hasil yang kita peroleh juga sangat memuaskan. Demikian Budidaya dan Cara Ternak Lele di Kolam Beton dari kami dan semoga apa yang kami bagikan ini dapat bermanfaat buat anda. Jangan lupa baca juga :