Protista : Pengertian, Sejarah Penggolongan, Kasifikasi Protista dan Peranan Protista bagi Kehidupan Manusia

Ideparokie.com - Apakah kalian tahu mengapa air danau itu tampak hijau? Coba cari dan mendekatlah ke pinggir kolam. Lihatlah apakah ada sesuatu yang berwarna hijau kecil yang melayang-layang di dalam air atau melekat di dasar kolam? Coba kalian ambil satu tetes, dan lihatlah dengan mikroskop! Apa yang terlihat? Terlihat sesuatu berwarna hijau, ada yang diam, atau bergerak sangat cepat. Makhluk apakah yang kita lihat di bawah miroskop tersebut? Untuk mengetahuinya, mari kita bahas

Pengertian Protista

Nama Protista  berarti “ yang paling pertama “memiliki inti sel sejati sehingga disebut eukariota Merupakan organisme bersel satu ( uniselluler ) yang bukan hewan, tumbuhan, atau fungi,  Protista pertama kali digunakan oleh Ernst Haeckel tahun 1866. Protista dapat hidup di berbagai lingkungan seperti di perairan. Banyak protista yang seperti Alga yang merupakan organisme yang dapat berfotosintesis, plankton yang hidup di laut, ada juga Protista Kinetoplastids dan Apicomplexa yang dapat menyebabkan sakit seperti Malaria dan penyakit tidur.
Protista  Pengertian, Sejarah Penggolongan, Kasifikasi Protista dan Peranan Protista bagi Kehidupan Manusia
Protista  Pengertian, Sejarah Penggolongan,
Kasifikasi Protista dan Peranan Protista bagi Kehidupan Manusia
Bentuk tubuh organisme golongan protista amatlah beragam. Protista memiliki cara makan yang berbeda-beda, dan dapat digolongkan dalam tiga kategori :
  1. Protista saprofit dan parasit, mencerna makanan di luar sel dan menyerap sari-sari makanannya. Contoh: jamur
  2. Protista menelan makanan, dengan cara fagositosis melalui membran sel. Contohnya: Protozoa
  3. Protista autototrof, yaitu protista yang memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis. Contohnya : Alga

Sejarah Penggolongan Protista

  • Pada tahun 1820 seorang Biologist Jerman Georg A. Goldfuss mengenalkan Divisio pertama dari Protista yaitu Protozoa yang merupakan organisme yang memiliki Cilia. Pada tahun 1845, kelompok ini terdiri atas hewan uniseluler seperti Foraminifera dan Amoeba.
  • Pada tahun 1860 John Hogg menyatakan bahwa Protista terdiri atas sel yang masih primitif antara hewan dan tumbuhan. Dia menjelaskan bahwa protista merupakan Kingdom ke empat di alam setelah kindom tumbuhan, hewan, dan mineral.
  • Kingdom mineral telah diubah dari taksonomi oleh Ernest Haeckel, meninggalkan tumbuhan, hewan, dan Protista sebagai kingdom yang primitif.
  • Herbert Copeland mengembangkan kembali pernyataan John Hogg dan berargument bahwa Protista merupakan awal dimulainya kehidupan. Herbert Copeland tifdak setuju dengan pernyataan Haeckel’s yang enyatakan bahwa Bentuk protista yang tidak punya inti seperti bakteri. Copeland’s menyatakan bahwa Eukariotiks terdiri atas Diatom, Alga hijau, dan fungi. Klasifikasi ini berdasarkan Whittaker’s yang telah menjelaskan Fungi, Hewan, Tumbuhan, dan Protista sebagai empat Kingdom dalam kehidupan. Kingdom Protista kemudian dimodifikasi dan dipisahkan dari Prokariotik dan dipisahkan juga dari Monera, meninggalkan Protista sebagai microorganisme yang Eukariotik.
  • Pada abad ke 20 terdapat lima kingdom dalam kehidupan, yaitu hewan, Tubuhan, protista, Monera, dan Fungi.


Kasifikasi Protista

Secara umum protista dapat di klasifikasikan sebagai berikut :


Protista Menyerupai Jamur

Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Reproduksi jamur mirip fungi, tetapi gerakan pada fase vegetatifnya mirip amoeba. Meskipun tidak berklorofil, struktur membran jamur ini mirip ganggang Protista karena dalam stadium muda atau dewasa   mampu bergerak aktif seperti hewan.

Klasifikasi Protista menyerupai jamur
Adapun klasifikasinya sebagai berikut :
  1. Acrasiomycota
  2. Myxomycota
  3. Chytridiomycota
  4. Oomycota

1. Acrasiomycota
Acrasiomycota, dengan cirri-ciri sebagai berikut :
  • Dalam keadaan lingkungan normal , tubuh berupa miksamuba uninukleat (berinti satu), dan dapat membentuk pseudoplasmodium multinukleat (berinti banyak) dapat membentuk sporangia bertangkai yang berisi spora,
  • Umumnya terrestrial
  • Merupakan sel tunggal yang bebas. Sel berkumpul membentuk suatu masa multiseluler tunggal. Masa sel berbentuk siput, bergerak atau bermigrasi menuju lokasi yang cacah. Ketika berhenti bergerak, siput mengatur untuk membentuk tangkai (stalk) dengan kotak spora diujung (dipuncak).
  • Reproduksi dengan membentuk spora, pada saat kotak spora matang, kotak spora melepaskan spora ke udara. Spora tersebut terdiri dari sel yang haploid.

Contoh Acrasiomycota sebagai berikut :
Dictyostelium, Disebut jamur lendir karena tubuhnya memiliki massa berlendir yang menyebar dalam daur hidupnya yang disebut dengan plasmodium.
Dictyostelium SP
Dictyostelium SP
2. Myxomycota
Jamur lendir atau Myxomycota adalah sekelompok protista yang berpenampilan mirip jamur namun berperilaku menyerupai amoeba. Myxomycota berasal dari kata myxo yang artinya lendir, dan mykes yang artinya cendawan. Ciri umum myxomycota adalah memiliki fase soma berupa plasmodium.
Myxomycota
Myxomycota
3. Chytridiomycota
Chytridiomycota atau chytrids adalah sebuah divisi dari Fungi kingdom. Namanya berasal dari bahasa Yunani chytridion, yang berarti "panci kecil", menggambarkan struktur yang belum pernah dirilis yang mengandung spora
Chytridiomycota
Chytridiomycota
4. Oomycota
Oomycetes (dibaca seperti "o-o-mi-sétès"), dikenal juga dengan jamur air, adalah kelompok protista bersel tunggal yang berfilamen. ... Beberapa anggota Oomycetes memproduksi spora aseksual yang disebut zoospora. Mereka juga memproduksi spora seksual yang disebut oospora.
Oomycetes
Oomycetes

Protista Menyerupai Hewan

Protista Menyerupai Hewan biasa juga disbut protozoa adalah organisme bersel satu yang berukuran mikroskopis. Cara perkembangbiakan protista mirip hewan( protozoa) dapat terjadi secara seksual maupun aseksual. Secara aseksual yanitu dengan membelah diri atau membentuk spora, sedangkan secara seksual yaitu dengan melakukan konjugasi. Konjugasi ini merupakan proses menempelnya dua sel untuk mengadakan pertukaran inti sel. Protista mirip hewan (protozoa) dapat dijumpai di berbagai tempat, yaitu di parit, sawah, sungai, bendungan, atau air laut, bahkan ada yang hidup dalam tubuh makhluk hidup lainnya sebagai parasit. Dalam Klasifikasi makhluk Hidup, protozoa di kelompokkan berdasarkan alat geraknya, yaitu Rhizopoda(kaki semu), Ciliata(bulu getar), Flagellata(bulu cambuk), sporozoa(tidak mempunyai alat gerak khusus)

Protozoa merupakan hewan yang pertama, terdiri atas satu sel ( unisellualer ), sehingga bersifat mikroskopis  ( dapat terlihat kalau menggunakan mikroskop, ukurannya  antara 3 sampai 1000 mikron, apabila lingkungan tidak menguntungkan hewan ini dapat membentuk sista, apabila lingkungan menguntungkan sista ini pecah dan membentuk hewan aktif lagi, Protozoa dalam suatu ekosistem merupakan konsumen yang bersifat Holozoik karena memakan zat-zat organik yang sudah jadi. Sedangkan Protozoa dibagi atas 4 phylum yaitu :

1. Sarcodina / Rhizopoda
Sarcodina / Rhizopoda, dengan cirri-ciri :
  • Bergerak dengan kaki semu (pseudopodia), yang merupakan penjuluran sitoplasma
  • Sitoplasma terdiri atas ektoplasma yang jernih dan lebih encer dibagian luar serta endoplasma yang keruh dan koloidal (kental) di sebelah dalam
  • Reproduksi dengan pembelahan biner
  • Amuba proteus
    Amuba proteus
  • Memiliki vakuola makanan untuk mencerna makanan yang dimasukkan ke dalam sel (fagositosis) dan vakuola kontraktil untuk menjaga keseimbangan nilai osmosis sel (osmoregulasi)

Contohnya Amuba proteus

2. Dinoflagellata
Ciri-ciri :
  • TubuhnyaMemiliki satu flagella, satu panjang dan satu pendek
  • Dapat melakukan simbiosis dengan jenis ganggang tertentu
  • Tubuhnya dapat memancarkan sinar bila terkena rangsangan mekanik.
Dinoflagellata
Dinoflagellata
3. Volvocida
Contohnya : Volvox globator
Ciri-ciri :
  • Bentuk tubuh umumnya bulat
  • Koloninya terdiri dari ribuan hewan bersel satu yang masing-masing memiliki dua flagella
  • Setiap sel memiliki inti , vakuola kontraktil, stigma dan kloroplas.
Volvox globator
Volvox globator

Protista menyerupai Tumbuhan  ( Ganggang atau Alga )

Tumbuhan ganggang berupa tumbuhan talus ada yang bersel satu berbentuk benang, atau bersel banyak. Tumbuhan ini telah mempunyai klorofil yang terdapat dalam kloroplas, mempunyai pigmen tambahan lain yang dominan, serta dapat membentuk gamet dalam alat pembiakan bersel satu Tumbuhan ganggang berkembang biak secara aseksual dan secara seksual, pembiakan aseksual terjadi dengan cara membelah diri, fragmentasi atau membentuk zoospora. Pembiakan secara seksual ialah membentu gamet berupa isogamete atau heterogamet. Gamet yang berupa heterogamet terdiri dari gamet jantan atau spermatozoid dan gamet betina atau ovum. Berdasarkan pigmen yang dominan tumbuhan ganggang dibagi menjadi :

1. Ganggang hijau (Chlorophyta).
Tubuhnya ada yang bersel satu ( uniseluler ) ada yang bersel banyak ( multiseluler ) berupa benang,lembaran,  memiliki klorofil, pembiakan aseksual membentuk zoospora berflagel ganda, pembiakan seksual : bersatunya gamet betina dan gamet jantan menghasilkan  oospora, fase diploidnya panjang.

Contoh :
Chlorella, gangang hijau bersel satu tidak bergerak, dapat dipergunakan sebagai sumber makanan baru
Chlorella
Chlorella
2. Ganggang cokelat (Phaeophyta)
Berklorofil a dan c , karoten dan xantofil, warna coklat ini disebabkan  pigmen yang paling dominant fukosanin ( warna perang ) sehingga warna lain tertutupi, berbentuk lembaran, pembiakan aseksual dengan fragmentasi, pembiakan seksual  : isogami, ada yang menghasilkan asam alginat  contohnya : Macrocytis dan laminaria sebagai bahan campuran es krim, cat dan berbagai bahan obat-obatan dan berbagai bahan lateks sintetis, Kebanyakan hidup dilaut Contoh :  Fucus, sargasum dan laminaria.
Ganggang cokelat
Ganggang cokelat
3. Ganggang Merah (Rhodophyta)
Berklorofil a dan d , karoten dan fikosianin, warna coklat ini disebabkan  pigmen yang paling dominant  fikoeritrin ( warna merah ) sehingga warna lain tertutupi, bentuk benang filamen, pembiakan aseksual   spora, pembiakan seksual  : pembentukan gamet, ada yang dimanfaatkan untuk membuat agar-agar, kebanyakan hidup dilaut.,
Ganggang Merah
Ganggang Merah
4. Ganggang Keemasan (Chrysophyta)
Memiliki klorofil a dan c , pigmen kuning dan coklat, warna coklat ini disebabkan  pigmen yang paling dominant  karoten  ( warna kuning ) sehingga warna lain tertutupi, bentuk bersel tunggal dan bersel banyak, kebanyakan hidup dilaut merupakan 90 % fitoplankton dilaut, ada yang menjuluki rumput laut ( Grass of the sea ) Contoh :  Diatomae.
Ganggang Keemasan (Chrysophyta)
Ganggang Keemasan (Chrysophyta)
5. Ganggang Api (Pyrrophyta)
Istilah ganggang api muncul karen beberapa alasan antara lain, beberapa spesienya mampu berpendar, beberapa spesies pada musim tertentu dapat meluap jumlahnya sehingga timbulnya red tide (air laut warna merah) Beberapa ganggang api juga ada yang menghasilkan racun dan dapat membunuh ikan dan hewan laut di sekitarnya. bahkan, manusia yang memakan makanan laut yang sudah tercemar racun tersebut dapat mengalami kerusakan otak. ganggang api hanya hidup di laut dan dikenal sebagai produsen utama plankton. Ganggang api bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan biner. Contoh ganggang api adalah gonyaulax dan nocticula.
Ganggang Api (Pyrrophyta)
Ganggang Api (Pyrrophyta)

Peranan Protista bagi Kehidupan Manusia

Protista  memiliki beberapa nilai ekonomis bagi manusia

  1. Chlorella selain berperan sebagai produsen di ekosistem perairan, juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan protein sel tunggal (PST). digunakan untuk suplemen makanan, obat-obatan, dan bahan kosmetik.
  2. Ganggang keemasan misalnya diatom, sisa sisa cangkangnya membentuk tanah dan dapat digunakan sebagai bahan peledak.
  3. Laminaria digitalis, sebagai penghasil yodium untuk penyakit gondok.
  4. Foraminifera mempunyai kerangka luar dari zat kapur dan fosilnya dalam jumlah tertentu dapat membentuk endapan tanah globigerina yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.
  5. Radiolaria mempunyai kerangka dari zat kersik. Radiolaria yang mati akan meninggalkan cangkangnya dan membentuk tanah radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok. isolasi bahan dasar industri kaca, dan penyaring bakteri.
  6. Zooplankton di ekosistem perairan sebagian besar adalah protista berklorofil yang berguna sebagai makanan ikan dan arthropoda air.
  7. Entamoeba coli di dalam usus besar mamalia ikut berperan dalam proses pembusukan sisa makanan.
  8. Paramaecium dapat juga digunakan sebagai organisme indikator terjadinya pencemaran air oleh zat organik.
  9. Porphyra (alga merah), digunakan sebagai suplemen makanan.
  10. Rhodymenia palmata (alga merah), digunakan sebagai sumber makanan.
  11. Macrocrystas pyrifera, menghasilkan iodin yaitu unsur yang dapat mencegah penyakit gondok.
  12. Macrocystis (alga cokelat), digunakan sebagai makanan suplemen untuk ternak karena kaya Na, P, N, Ca.
  13. Gellidium; Gracilaria, digunakan sebagai bahan pembuatan agar-agar.
  14. Laminaria; Fucus; Ascophylum, menghasilkan asam alginat sebagai pengental dalam produk makanan (sirup, coklat, permen, sald, keju, es krim) dan pengental dalam industri(lem, tekstil, pelapis kertas, tablet anti-biotik, pasta gigi).

Beberapa Protista  yang merugikan

  1. Entamoeba histolytica hidup di dalam liang usus manusia, menyebabkan kerusakan jaringan pada usus dan diare.
  2. Entamoeba hartmani hidup di dalam liang usus manusia, penyebab disentri tetapi efeknya tidak lebih parah dari Entamoeba histolytica.
  3. Entamoeba gingivalis hidup di dalam rongga mulut manusia, ada disela-sela gigi atau di leher gigi, tenggorokan, dan tonsil. Tidak bersifat patotenik akan tetapi dapat memperparah terjadinya radang gusi.
  4. Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur pada manusia (sleeping sickness atau trypanosomiasis). Protista ini hidup di dalam darah manusia. Vektor perantaranya adalah lalat tse-tse dari jenis Glossina tachionides.
  5. Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surrah pada ternak sapi, kuda, dan kerbau. Banyak berjangkit di daerah tropis termasuk Indonesia. Vektor perantaranya adalah lalat dari genus Tabanus.
  6. Trypanosoma rhodesiense, sama halnya dengan Trypanosoma gambiense,menyebabkan penyakit tidur pada manusia. Yang membedakan adalah vektor perantaranya yaitu lalat tse-tse dari jenis Glossina morsitans dan Glossina palpalis.
  7. Leishmaania donovani menyebabkan penyakit kala azar pada manusia. Penderita biasanya demam berkepanjangan, hati, dan limfanya membesar, serta terjadinya ulcers atau luka pada ususnya.
Setelah anda membaca artikel kami mudah mudahan anda dapat lebih memahaminya dan jangan lupa baca juga artikel kami nerikut ini :